Madinah Dilanda Gempa, Apakah Tanda Dajjal Sudah Keluar Dari Persembunyiannya?

Madinah Dilanda Gempa, Apakah Tanda Dajjal Sudah Keluar Dari Persembunyiannya?
Loading...


Gempa pertama terjadi pada Selasa malam (16/01/2018) atau Rabu dini hari waktu Indonesia dengan kekuatan 2,5 Skala Richter.
Dikutip dari Arab News, pejabat Kota Madinah mengkonfirmasi adanya gempa tersebut. Beruntung, tidak ada laporan terkait kerusakan akibat gempa.
Pusat gempa diketahui berada di 14 kilometer arah barat daya Madinah. Pusat gempa ada di bawah tanah dengan kedalaman 7 kilometer.
Sempat tenang, gempa kembali terjadi sebanyak dua kali pada Rabu waktu setempat. Kekuatan gempa hanya sekitar 0,75 hingga 0,95 magnitude.
Direktur Umum Pusat Gempa Bumi dan Gunung Berapi Nasional pada Lembaga Survei Geologi Saudi, Hani Zahran, mengatakan getaran yang muncul merupakan gempa susulan. Dia mengatakan masyarakat tidak perlu panik karena gempa tergolong lemah.
Juru bicara Otoritas Umum Perlindungan Metereologi Saudi, Tariq Aba Al Khail, mengatakan gempa yang terjadi tidak berbahaya. Dia menambahkan gempa ringan memang sering melanda sejumlah wilayah Saudi, termasuk Madinah.
Namun, foto yang dimuat di artikel tersebut bukanlah foto dampak akibat gempa yang terjadi pada 16 Januari 2018 di Madinah tersebut.
Foto tersebut adalah dampak dari menyusutnya Laut Mati, Israel pada tahun 2015. Mengeringnya Laut Mati diikuti amblesnya tanah-tanah di sekitar. Alhasil, lubang-lubang rakasasa pun bermunculan. Bahkan ada yang berukuran seluas lapangan basket dan dalamnya sama dengan tinggi bangunan dua tingkat.
Amblesnya tanah menyebabkan banyak bangunan rusak. Bahkan ada yang ambruk ditelan Bumi. Jalanan rusak karena tanahnya retak-retak.
Tanah di sekitar Laut Mati diprediksi akan berhenti ambles apabila danau tersebut kembali terisi air. Untuk memulihkan kondisi itu, diperlukan kerjasama internasional, karena letak Laut mati berada di perbatasan Yordania dan Tepi Barat.
Faktor utama yang menyebabkan mengeringnya Laut Mati adalah sumber air alami, yang mengalir ke selatan melalui lembah sungai Yordania dari Suriah dan Lebanon, banyak digunakan untuk pertanian dan industri air minum.

KEMBALI KE HALAMAN PERTAMA

Halaman
3 1
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
loading...
Loading...
loading...
<!-- Histats.com START (aync)--> <script type="text/javascript">var _Hasync= _Hasync|| []; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4384877,4,0,0,0,00010000']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })();</script> <noscript><a href="/" target="_blank"><img src="//sstatic1.histats.com/0.gif?4384877&amp;101" alt="" border="0" /></a></noscript> <!-- Histats.com END -->