Masih Pengantin Baru, Suami Habisi Nyawa Sang Istri, Cemburu Pujaan Hati Sering Nelpon Mantan Pacar

Masih Pengantin Baru, Suami Habisi Nyawa Sang Istri, Cemburu Pujaan Hati Sering Nelpon Mantan Pacar
Loading...



Ia mengaku sering mendapati istrinya saling telepon dengan mantan pacar.

Hal ini, diketahuinya melihat panggilan keluar di ponsel sang istri.

Terkadang, ia juga sering memergoki sang istri sedang berteleponan dengan mantan pacarnya ketika berada di dalam kamar.

"Kami menikah sudah hampir lima bulan, saya duda anak satu sedangkan istri janda anak tiga.

Dua bulan pertama, rumah tangga kami harmonis.

Baru tiga bulan terakhir ini mulai sering terjadi keributan, karena istri suka teleponan dengan mantannya," ujar tersangka.

Terlalu sering sang istri berteleponan dengan mantannya, membuat tersangka kesal atas tindakan yang dilakukannya.

Terlebih, ungkapan sang istri yang menganggapnya tidak berguna.

Namun, hal itu selalu dikesampingkannya dan ia juga selalu meminta maaf ketika selesai terjadi keributan

Puncaknya, ia tidak dapat menahan amarahnya lantaran adik sepupu sang istri menyuruh agar menikah dengan mantan pacar dan meninggalkan tersangka.

"Kata adik sepupunya, menikah saja dengan mantan pacar yang sering diajak telepon.

Ketimbang mengandalkan saya, lebih baik ditinggalkan saja.

Ketika itu, saya masih meredam amarah saya. Ketika di kamar itulah, terjadi keributan," katanya.

Saat di dalam kamar, terjadi keributan antara tersangka dan istrinya.

Terlebih, sang istri ingin berpisah dengan dirinya.

Ketika itulah, ia naik pitam dan keluar kamar.

Tersangka langsung menuju ke dapur dan mengambil pisau.

Pisau yang diambilnya diberikan kepada sang istri dan menyuruh sang istri menusuknya.

"Aku bilang, kalau kamu mau mengajak pisah lebih baik bunuh saja aku.

Dia tidak mau dan malah marah dan mencaci maki saya."

"Pisau yang dipegangnya, sempat direbut istri dan kembali saya ambil.

Saat saya rebut, pisau kena tangan saya ketika itulah saya kesal dan menusuk-nusuk dia," katanya.

Beberapa kali menusuk bagian tubuh istri dan leher, tersangka mengaku masih kesal.

Ia kembali ke dapur rumah mertuanya di Jalan Kanci Putih 6 Kelurahan Demang Lebar Daun Kecamatan IB 1 Palembang untuk mengambil palu.

Palu itu langsung dipukulnya ke kepala sang istri. Melihat istrinya sudah bersimbah darah, ia memutuskan keluar rumah.

Ketika keluar kamar, ia bertemu dengan ayah mertuanya dan sempat bertanya kepada tersangka.

"Ayah bertanya kenapa, saya jawab Sri sudah kelewatan. Setelah itu saya langsung keluar untuk menyerahkan diri," katanya.

Ketika di jalan, ia sempat melepaskan baju yang penuh dengan darah sang istri.

Tersangka langsung menuju ke kawasan Macan Lindungan untuk menyerahkan diri ke polisi.

Ketika di simpang Macan Lindungan, ia bertemu dengan anggota laku lintas dan menyerahkan diri agar diantarkan ke Polsek.

"Saya bertemu dengan polisi, saya bilang habis menusuk dan memukul istri.

Minta antarkan ke Polsek, langsung saya dibawa ke Polsek sini," katanya.

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Pengakuan Pria di Palembang Tega Tusuk dan Pukul Istri Baru Dinikahinya 5 Bulan Lalu

KEMBALI KE HALAMAN PERTAMA

Halaman
3 1
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
loading...
Loading...
loading...
<!-- Histats.com START (aync)--> <script type="text/javascript">var _Hasync= _Hasync|| []; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4384877,4,0,0,0,00010000']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })();</script> <noscript><a href="/" target="_blank"><img src="//sstatic1.histats.com/0.gif?4384877&amp;101" alt="" border="0" /></a></noscript> <!-- Histats.com END -->