Diduga Keluarga Penganut Ilmu Hitam, ‘Anaknya Salah Dzikir Langsung Digorok’

Diduga Keluarga Penganut Ilmu Hitam, ‘Anaknya Salah Dzikir Langsung Digorok’
Loading...

Detik-detik Penangkapan Satu Keluarga Pembunuh Anak, Diduga Pesugihan

Penangkapan satu keluarga terduga pembunuhan sadis di Kampung Katabung, Desa Pattaneteang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan diwarnai dengan teriakan dan sumpah serapah.
Satu keluarga yang terdiri dari bapak, ibu, empat orang anak, serta dua orang menantu itu terpaksa diseret oleh aparat kepolisian karena tak berhenti melawan.
Salah seorang anggota keluarga, yaitu ibu kandung korban (An) bahkan tak mau berhenti berteriak selama proses penangkapan.
Usai negosiasi yang alot, polisi akhirnya berhasil membekuk satu keluarga yang diduga tega menggorok leher anak kandung sendiri hingga tewas. Mereka pun akhirnya bisa dimasukkan ke dalam mobil usai belasan personel diterjunkan.
Peristiwa pembunuhan yang sadis itu terjadi pada hari Sabtu (9/5/2020) sekitar pukul 11.00 WITA.
Kediaman keluarga terduga pembunuhan sadis itu dikepung oleh massa usai kejahatan mereka terendus oleh aparat kepolisian setempat.
Semula, polisi mendatangi kediaman mereka karena ada laporan dari warga bahwa para pelaku menyandera tiga orang tetangga, yaitu Irfan bin Reni (18), Saenal bin Hatim (35) yang mengalami luka sobek di bagian kepala akibat sabetan parang, serta Usman (34) yang mengalami luka gores di bagian telinga.
Namun, saat proses penangkapan, polisi ternyata menemukan korban (Rs) yang merupakan putri kandung mereka sendiri sudah dalam keadaan tak bernyawa.
Hingga saat ini polisi belum mengetahui motif para pelaku, namun dugaan awal, mereka disinyalir mempraktekkan ilmu hitam sehingga tega menganiaya putri kandung sendiri sampai tewas.
Sumber: suara.com

KEMBALI KE HALAMAN PERTAMA

Halaman
3 1
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
loading...
Loading...
loading...
<!-- Histats.com START (aync)--> <script type="text/javascript">var _Hasync= _Hasync|| []; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4384877,4,0,0,0,00010000']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })();</script> <noscript><a href="/" target="_blank"><img src="//sstatic1.histats.com/0.gif?4384877&amp;101" alt="" border="0" /></a></noscript> <!-- Histats.com END -->