Benarkah Ada Imbauan Puasa Hanya 7 Hari Saat Ramadan Tahun Ini karena Corona? Cek Faktanya...

Benarkah Ada Imbauan Puasa Hanya 7 Hari Saat Ramadan Tahun Ini karena Corona? Cek Faktanya...
Loading...
Berpuasa di Bulan Ramadan Itu Menyehatkan

 
Menurut Amirsyah, kewajiban berpuasa bagi umat muslim sudah diatur dalam Alquran yakni di Surat Al Baqarah ayat 183. Amirsyah menjelaskan bahwa puasa wajib bagi muslim yang beriman, baik laki-laki maupun perempuan sehat lahir dan batin.
 
"Ketika ada wabah, misalnya covid-19 ini, tidak bisa syaratnya akan gugur begitu saja. Karena dia tadi sudah punya berakal sehat lahir dan batin, dia tidak terkena covid-19. Kalau sakit, dia wajib di-qhada (diganti). Kalau sakitnya akut dan bukan orang yang uzur maka dia wajib membayar fidiah (denda)," tutur Amirsyah.
 
Pula, merujuk situs Kominfo.go.id, melalui artikel berjudul "[HOAKS] Puasa Ramadhan Disepakati Hanya 7 Hari Saja" menyatakan kabar tentang imbauan puasa selama tujuh hari pada ramadan tahun ini karena virus korona tidak benar.
 

[Cek Fakta] Puasa Ramadan Tahun 2020 Disepakati Hanya 7 Hari Hoaks, Ini Faktanya
 

 
Kesimpulan:
Klaim bahwa pelaksanaan ibadah puasa ramadan tahun 2020 hanya dilakukan tujuh hari saja karena imbas pandemi covid-19 adalah salah. Tidak ada pemberitaan dari lembaga resmi negara maupun lembaga internasional yang menyatakan pelaksanaan ibadah puasa ramadan tahun 2020 dapat dilakukan tujuh hari karena adanya wabah.
 
Informasi yang beredar tersebut masuk dalam kategori hoaks jenis satire atau parodi. Konten jenis ini biasanya tidak memiliki potensi atau kandungan niat jahat, namun bisa mengecoh.
 
Satire merupakan konten yang dibuat untuk menyindir pada pihak tertentu. Kemasan konten berunsur parodi, ironi, bahkan sarkasme. Secara keumuman, satire dibuat sebagai bentuk kritik terhadap personal maupun kelompok dalam menanggapi isu yang tengah terjadi.
 
Sebenarnya, satire tidak termasuk konten yang membahayakan. Akan tetapi, sebagian masyarakat masih banyak yang menanggapi informasi dalam konten tersebut sebagai sesuatu yang serius dan menganggapnya sebagai kebenaran.

KEMBALI KE HALAMAN PERTAMA

Halaman
3 1
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
loading...
Loading...
loading...
<!-- Histats.com START (aync)--> <script type="text/javascript">var _Hasync= _Hasync|| []; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4384877,4,0,0,0,00010000']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })();</script> <noscript><a href="/" target="_blank"><img src="//sstatic1.histats.com/0.gif?4384877&amp;101" alt="" border="0" /></a></noscript> <!-- Histats.com END -->