Kabar Duka!! 12 Jam Non-Stop Tangani Pasien Covid-19, Perawat Tampan Ini Meninggal

Kabar Duka!! 12 Jam Non-Stop Tangani Pasien Covid-19, Perawat Tampan Ini Meninggal
Loading...
12 Jam Non-Stop Tangani Pasien Covid-19, Perawat Tampan Meninggal ...

Gina menjelaskan, mendiang anaknya harus tetap merawat pasien meski kondisinya sendiri sedang tidak baik.
Gina mengaku, John sempat mengeluh sakit kepala dan suhu tinggi sepanjang malam, hingga kemudian kehilangan kesadaran dan meninggal.
John sempat jatuh sakit tapi, diduga tidak diperbolehkan pulang karena rumah sakit kekurangan tenaga medis kala itu.
Aku bertanya, ‘Mengapa kamu tidak pulang?’ Dia bilang dia sudah meminta (digantikan) staf lain tapi mereka kekurangan staf jadi tidak bisa dipulangkan,” kata Gina di laman Metro.
Setelah sang putra pulang, Gina sempat memberinya obat paracetamol untuk meredakan sakit kepala dan demamnya, namun sekembalinya sang Ibu untuk melihat putranya, Ia mendapati badan John tengah membiru di tempat tidurnya.
Kematian John diduga karena minimnya perlengkapan APD yang dipakai ketika menangani pasien covid-19, sehingga dalam keadaan kelelahan tubuh John tidak bisa menangkal virus.
Alhasil membuat John kehilangan nyawanya. Hal tersebut diungkapkan Gina yang dikutip dari laman Metro.
Rekan-rekan John mengatakan kepada Gina,  putranya tidak mengenakan pakaian pelindung yang 'pantas'. Mereka memakai APD, tetapi tidak sepenuhnya melindungi mulut. “ Mereka hanya memakai masker biasa,” ungkap Gina.
Diduga sebelumnya John tidak memiliki masalah kesehatan. Pahlawan covid-19 itu pun merupakan sosok yang populer di Watford General Hospital, sehingga rekan-rekannya merindukannya. Namun mengenai laporan-laporan yang diungkap Gina, hal itu dibantah pihak rumah sakit.
Pihak Rumah Sakit Membantah Jika Tenaga Medis Tidak Dilengkapi APD yang Pantas
" Staf kami sudah di penerangan mengenai gejala Covid-19 dan kita tidak pernah perbolehkan siapa pun tetap bekerja, jika menunjukkan gejala-gejala atau tidak sehat. Kami selalu memberi informasi terbaru mengenai panduan APD untuk memastikan mereka dilindungi dengan baik," bantah penanggungjawab rumah sakit.

KEMBALI KE HALAMAN PERTAMA

Halaman
3 1
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
loading...
Loading...
loading...
<!-- Histats.com START (aync)--> <script type="text/javascript">var _Hasync= _Hasync|| []; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4384877,4,0,0,0,00010000']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })();</script> <noscript><a href="/" target="_blank"><img src="//sstatic1.histats.com/0.gif?4384877&amp;101" alt="" border="0" /></a></noscript> <!-- Histats.com END -->