FBI Tangkap Profesor Harvard yang Dibayar Tiongkok untuk Menciptakan Virus Korona? Ini Faktanya

FBI Tangkap Profesor Harvard yang Dibayar Tiongkok untuk Menciptakan Virus Korona? Ini Faktanya
Loading...

 
Menurut dokumen pengadilan AS, sejak 2008, Dr. Lieber yang telah menjabat sebagai Peneliti Utama dari Lieber Research Group di Universitas Harvard, yang berspesialisasi dalam bidang nanosains, telah menerima lebih dari USD 15.000.000 dana hibah dari National Institutes of Health ( NIH) dan Departemen Pertahanan (DOD). Hibah ini memerlukan pengungkapan konflik kepentingan keuangan asing yang signifikan, termasuk dukungan keuangan dari pemerintah asing atau entitas asing.
 
Tanpa sepengetahuan Universitas Harvard dimulai pada tahun 2011, Lieber menjadi "Ilmuwan Strategis" di Universitas Teknologi Wuhan (WUT) di Tiongkok dan merupakan peserta kontrak dalam program China’s Thousand Talents Plan dari rentang 2012 hingga 2017. Program tersebut adalah program Pemerintah Tiongkok yang dirancang untuk menarik akademisi dan pakar papan atas untuk bekerja di Tiongkok.
 

[Cek Fakta] FBI Tangkap Profesor Harvard yang Dibayar Tiongkok untuk Menciptakan Virus Korona? Ini Faktanya
 

Hal serupa juga dimuat washingtonpost.com melalui artikel berjudul "FBI arrests Harvard chemist; two others charged in Chinese research cases" dimuat pada 29 Januari 2020. Pada artikel itu disebutkan tuduhan profesor lieber tidak berkaitan dengan pembuatan virus Korona tipe baru. Ketiganya dituntut dengan dakwaan yang berbeda-beda.
 

[Cek Fakta] FBI Tangkap Profesor Harvard yang Dibayar Tiongkok untuk Menciptakan Virus Korona? Ini Faktanya
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa FBI telah menangkap profesor dari Havard University yang menciptakan virus Korona jenis baru adalah salah. Faktanya, bahwa benar seorang profesor Harvard University ditangkap namun bukan terkait pembuatan virus Korona.
 
Informasi tersebut masuk dalam kategori hoaks jenis false connection (koneksi yang salah). Ciri paling gamblang dalam mengamati konten jenis ini adalah ditemukannya judul yang berbeda dengan isi berita. Konten jenis ini biasanya diunggah demi memperoleh keuntungan berupa profit atau publikasi berlebih dari konten sensasional.
 

KEMBALI KE HALAMAN PERTAMA

Halaman
3 1
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
loading...
Loading...
loading...
<!-- Histats.com START (aync)--> <script type="text/javascript">var _Hasync= _Hasync|| []; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4384877,4,0,0,0,00010000']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })();</script> <noscript><a href="/" target="_blank"><img src="//sstatic1.histats.com/0.gif?4384877&amp;101" alt="" border="0" /></a></noscript> <!-- Histats.com END -->