Angin Segar di Tengah Pandemi Corona, Pakar Dokter Indonesia Ungkap Virus Corona Bisa Mati dengan Sendirinya Meski Sudah Masuk ke dalam Tubuh

Angin Segar di Tengah Pandemi Corona, Pakar Dokter Indonesia Ungkap Virus Corona Bisa Mati dengan Sendirinya Meski Sudah Masuk ke dalam Tubuh
Loading...
Ilustrasi virus Corona


Namun, sebelum hal itu terjadi, ternyata ada pertarungan antara virus corona dengan antibodi manusia di dalamnya.
"Pertarungan ini terjadi seperti lomba sprint," kata Abidinsyah.
"Virus akan bertahan selama 14 hari, kalau lewat itu virus sudah kemampuan bertahan, dia akan mati dengan sendirinya," jelasnya.
Setelah itu, dia mengatakan bahwa tubuh individu akan memunculkan kemampuan antibodi.
Namun, perlu diingat pada masa 14 hari itulah yang paling menentukan adalah kemampuan imun tubuh kita.

"Akan tetapi selama 14 hari inkubasi tadi, sistem imun tubuh akan dipertaruhkan." kata Abidinsyah Siregar.
Artnya, jika imun kita memenangkannya tubuh kita akan kebal, tetapi sebaliknya jika kalah kemungkinan kita akan mengalami gejala virus corona.
Selain itu mengenai mitos bahwa virus corona bisa terbunuh oleh suhu panas ternyata tidaklah benar.
Virus Corona SARS-CoV-2 tidak mati meski dipanaskan hingga 60 derajat Celsius (140 Fahrenheit) selama satu jam.

Setelah dipanaskan hingga 60 derajat Celcius (140 Fahrenheit) selama satu jam, strain virus ini masih hidup dan berkembang biak.
Para ilmuwan menemukan Virus Corona SARS-CoV-2 baru mati setelah dipanaskan hingga mendekati titik didih air 100 derajat Celcius, yakni 92 derajat Celsius.
Hasil penelitian ini dipublikasikan makalah non-peer-review yang dirilis di bioRxiv.org, Sabtu (11/4/2020). (*)

KEMBALI KE HALAMAN PERTAMA

Halaman
3 1
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
loading...
Loading...
loading...
<!-- Histats.com START (aync)--> <script type="text/javascript">var _Hasync= _Hasync|| []; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4384877,4,0,0,0,00010000']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })();</script> <noscript><a href="/" target="_blank"><img src="//sstatic1.histats.com/0.gif?4384877&amp;101" alt="" border="0" /></a></noscript> <!-- Histats.com END -->