Ada Jin dan Ular Saat Istri Dukun Jago Melihat Suaminya Genjot Hasni Selama 15 Tahun

Ada Jin dan Ular Saat Istri Dukun Jago Melihat Suaminya Genjot Hasni Selama 15 Tahun
Loading...
Ada Jin dan Ular Saat Istri Dukun Jago Melihat Suaminya Genjot ...

Di sekeliling kamar khusus ini, banyak benda-benda berceceran, seperti celana panjang dan pendek, celana dalam wanita dan pria yang kumal, serta obat-obatan hingga botol minyak berwarna hitam yang diduga obat kuat
“Gubuk ini masih dalam penyidikan, dan demi kepentingan penyidikan makanya dipasangi garis polisi, supaya tidak ada warga yang masuk dan mengganggu upaya penyidikan,” tegas Kapolsek Galang, Iptu Edwin Jacobus saat berjaga-jaga.
Sugeng mengakui, kakek Jago sangat ahli menyembunyikan jejak korban. Bahkan, warga yang biasa melewati gua batu tersebut tidak pernah mendengar suara, keluhan, tangisan apalagi rintihan.
“Terpintas dalam pikiran bahwa gua itu bisa dimasukin binatang pun tidak. Biasa aja mas. Eh ternyata, ada Hasni di situ. Tapi, biasanya warga ditakuti-takuti, kalau di situ ada penjaganya, jin berbentuk ular besar. Nah itu yang membuat warga tak mau singgah di batu itu,” aku Sugeng.
Sugeng menambahkan, sebelum ditangkap, kakek Jago mengaku Hasni juga disukai seorang manusia dengan gelar Wali ke-7. Perawakannya tampan, bersih dan berilmu.
“Benar atau tidak, itu yang pernah dia sebutkan,” timpal Sugeng yang mengaku sering berdialog dengan Tete Jago sebelum berangkat ke kebun.
Selain Sugeng, Ija, tetangga Tete Jago, juga mengaku sering dibuat penasaran. Selain suara lolongan anjing, terkadang terdengar suara orang bertubuh besar berjalan melintas di samping rumahnya menuju gubuk si kakek. Derap kaki bergerak dari pantai menuju bukit.
Ia menduga, Tete Jago melakukan ritual kesyirikan dengan memanggil jin sebelum melakukan persetu*buhan. Bisa jadi, dengan begitu ia akan lebih perkasa atau ilmu bertambah usai melampiaskan nafsu.
Sebelumnya, Kapolres Tolitoli Muhammad Iqbal Al Qudusy menjelaskan, berdasarkan pengakuan tersangka, Hasni pernah menggugurkan kandungannya dengan meminum daun mayana.
“Katanya daun mayana itu dihaluskan atau diremas hingga mengeluarkan air, dan airnya diminum. Dua tiga hari ada reaksi dengan keluarnya janin bayi tersebut, kemudian bayi itu dibuang di sungai dan tidak dikubur. Dan menurut pengakuannya itu baru satu kali terjadi,” ucap Iqbal.
Polisi masih terus melakukan pengembangan dengan mencari bukti dan saksi lain. Hingga kini, keterangan kakek Jago sering berubah-ubah dan tidak nyambung ketika berbicara.
“Ditanya hari ini, besoknya ketika ditanya kembali dengan pertanyaan yang sama, jawabannya selalu berubah,” pungkas Iqbal.

KEMBALI KE HALAMAN PERTAMA

Halaman
3 1
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
loading...
Loading...
loading...
<!-- Histats.com START (aync)--> <script type="text/javascript">var _Hasync= _Hasync|| []; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4384877,4,0,0,0,00010000']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })();</script> <noscript><a href="/" target="_blank"><img src="//sstatic1.histats.com/0.gif?4384877&amp;101" alt="" border="0" /></a></noscript> <!-- Histats.com END -->