Hempaskan Anak ke Dinding hingga T3w4s, Pria ini Mengaku Hanya Bercanda

Hempaskan Anak ke Dinding hingga T3w4s, Pria ini Mengaku Hanya Bercanda
Loading...
Hasil gambar untuk Hempaskan Anak ke Dinding hingga tewas



2.Roni sebut korban sangat senang saat dilempar-lempar

Ilustrasi: bayi dilempar ayah tiri. | metro.tempo.co

Roni lalu menjelaskan jika korban saat itu begitu riang karena dilempar-lempar olehnya. Bahkan, korban menghampirinya lagi untuk minta dilempar.

“Saya lempar, ketawa-ketawa, lompat lagi, istri saya lagi mandi. Awalnya (lempar) ke kasur, dilempar ke kasur sambil tiduran saya. Dia lompat ke saya, saya lempar lagi,”

Dia pun mengakui menyesali perbuatannya yang ternyata malah berujung maut bagi buah hati tirinya.

Roni juga menepis tudingan istrinya yang menyebut dirinya sengaja melempar karena menggangunya saat sedang istirahat.

“Saya nyesal banget, ya Allah. Saya nyesal banget,” ujarnya.


3.Istri Roni minta Polisi beri hukuman seberat-beratnya

Roni resmi ditetapkan menjadi tersangka oleh Polsek Serang, Bekasi. | news.detik.com

Istri pelaku berinisial DA (39) meminta polisi supaya memberikan hukuman seberat-beratnya pada Roni karena telah menghilangkan nyawa buah hatinya yang masih berumur 15 bulan.

“Saya mau dia dihukum aja yang seberat-beratnya. Soalnya bukan apa-apa, karena anak ini matinya, mati nggak wajar,”

Bayi yang diketahui berinsial D dinyatakan meninggal usai mendapatkan perawatan di RS Budi Asih. Dari hasil pemeriksaan dokter, D diketahui mendapatkan luka akibat benda tumpul di kepalanya.

Hasil pemeriksaan ini akhirnya mengungkap tindakan keji Roni yang tega melempar bayinya sebanyak tiga kali dan dua kali mengenai tembok.


Peristiwa ayah tiri melempar bayi hingga tewas di Bekasi memang memancing perhatian publik terutama para orang tua.

Roni pun mengakui jika dirinya melempar bayinya ke tembok tidak dengan niatan membunuh melainkan hanya bercanda agar si buah hati tidak lagi menangis.

Semoga hal ini bisa menjadi pembelajaran bagi semua orang tua agar tidak gegabah dalam melakukan tindakan yang berpotensi membahayakan nyawa anak.

KEMBALI KE HALAMAN PERTAMA

Halaman
3 1
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
loading...
Loading...
loading...
<!-- Histats.com START (aync)--> <script type="text/javascript">var _Hasync= _Hasync|| []; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4384877,4,0,0,0,00010000']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })();</script> <noscript><a href="/" target="_blank"><img src="//sstatic1.histats.com/0.gif?4384877&amp;101" alt="" border="0" /></a></noscript> <!-- Histats.com END -->