Peringatan Bagi Mama yang Ketergantungan Pampers untuk Anak, Nyawa Anak ini Diambang Batas!

Peringatan Bagi Mama yang Ketergantungan Pampers untuk Anak, Nyawa Anak ini Diambang Batas!
Loading...




Tapi dokter menyarankan tidak dululu di Jombang masih ada RS yang lebih lengkap pemeriksaannya kita dirujuk ke RSUD Jombang.

Disana dis di lab ulang jerit tangisnya mengisi hari-hariku waktu itu jarum-jarum pun terus melayang bebas ditubuhnya sungguh rasanya ingin sekali menggantikan posisinya.

12 hari disana tidak menunjukkan perubahan apapun padahal injeksi terus dilakukan.

Bahkan suhunya naik dikisaran 39.dia pun tampak sangat pucat hingga hasil kultur darahpun keluar ternyata ada bakteri dalam tubuhnya yang hanya bisa dilawan dengan antibiotik tertentu.

Dokter menyarankan agar dia dirawat oleh prof Ismu di Surabaya ketika saya tanya berapa biaya yang harus saya siapkan, dokterpun bilng sekitar 4jt/hari.

Itupun belum pemeriksaan yang lain.dan lama perawatan tergantung sekitar yang diderita pasien. Sungguh ketika itu kami tidak tau harus berbuat apa.dari mana uang sebanyak itu??

Maka kamipun memutuskan untuk dirujuk saja ke RSUD dr.Soetomo Surabaya.

Disana dia ditangani oleh beberapa dokter spesialis tubuhnya mulai merespon demamnya turun. 7 hari disana dengan 3 hari bebas demam dia dibolehkan pulang.

Saya kira ketika itu perjuangan kami selesai tapi nyatanya tidak. Jam 1 siang sampai rumah,malam harinya dia demam tinggi lagi.

Keesokan harinya saya bawa ke Surabaya lagi.dokter menyatakan tidak perlu rawat inap lagi.

Sesampainya dirumah demamnya tidak juga turun kitapun membawanya lagi ke Surabaya dan betapa kagetnya ketika diagnosa dokter berubah dari yang sebelumnya.

"Leukositnya masih tinggi biasanya ini menunjukkan infeksi tapi ketika kita cari sumber infeksinya,kita tidak menemukan apa-apa buk biasnya kasus kayak gini mengarah ke leukimia atau lupus."

Duniaku serasa hancur ketika itu bagimana bisa dari segi kebersihan dan makanan selalu tak jaga rasanya ini ga adil kurang puas dengan diagnosa dokter akhirnya saya kepikiran mencari prof. Ismu yang dokter sarankan sebelumnya.

Menurut berbagai info orangnya sangat sulit ditemui sedangkan suhu badan akira waktu itu dikisaran 40.

Saya pun pasrah jika memang jalan akira untuk sembuh pasti dimudahkan namun jika tidak saya pasrah ikhlas anak hanya titipan dari yang maha kuasa.

Alhamdulillah Allah memudahkan saya hanya degan waktu 1 hari saya bisa menemui prof.Ismu.

Kesan pertama ketemu orangnya beliau sangat santai menghadapi kepanikan saya dan suami sebelum beliau menjawab semua pertanyaan kami beliau mencari data riwayat pengobatan dari Jombang sampai Surabaya.

Kemudian beliau mendiagnosa ada masalah dengan ginjalnya akira.

"Ini jelas infeksi buk kita buktikan dengan USG abdomen."kemudian beliau menuliskan resep.

Ketika saya tanya apa perlu rawat inap lagi, beliau menjawab tidak perlu asal makan dan monumnya dijaga.

Dan benar saja hasil USG abdomen menunjukkan kalau ada penyumbatan disaluran kencing sebelah kiri untungnya ginjalnya masih baik-baik saja.

Sedikit ada titik terang rasanya ketika saya tanya faktor penyebabnya apa, beliau menjawab dari penggunaan pampers yang terlalu sering.

Kalo akira bukan sering lagi tapi sudah jadi kebutuhan dari dia bayi.

Dan sekarang alhamdulillah dia sembuh dengan menu makanan yang diatur dengan pemberian susu yang diatur dan benar-benar lepas dari yang namanya pampers.

Dan yang paling utama dari Allah yang masih memberiku kesempatan untik merawatnya.

Terima kasih ya Allah..
Terima kasih support dari orang-orang terdekat
Terima kasih juga profesor...semoga profesor selalu diberi kesehatan.

Netizen pun banyak yang merasa diberikan informasi yang bermanfaat, atas pengalaman yang menimpa Dewi. dan ada juga yang mendoakan untuk kesembuhan Akira.

KEMBALI KE HALAMAN PERTAMA

Halaman
3 1
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
loading...
Loading...
loading...
<!-- Histats.com START (aync)--> <script type="text/javascript">var _Hasync= _Hasync|| []; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4384877,4,0,0,0,00010000']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })();</script> <noscript><a href="/" target="_blank"><img src="//sstatic1.histats.com/0.gif?4384877&amp;101" alt="" border="0" /></a></noscript> <!-- Histats.com END -->