Pelakor ini Jadi Korban Pelakor Lain: Bukti Orang yang Pernah Selingkuh, Akan Kembali Selingkuh di Lain Waktu

Pelakor ini Jadi Korban Pelakor Lain: Bukti Orang yang Pernah Selingkuh, Akan Kembali Selingkuh di Lain Waktu
Loading...
Hasil gambar untuk Pelakor ini Jadi Korban Pelakor Lain: Bukti Orang yang Pernah Selingkuh, Akan Kembali Selingkuh di Lain Waktu

“Akhirnya karena capek wira-wiri KarawangpMagelang, adik saya nyerah tanda tangan jadi aman tu tentra tidak dipecat juga.”
“Sekarang perempuannya (ibu AS) kena imasnya juga karena dia juga tahu waktu pacaran kalau tentaranya itu sudah punya anak istri,” ungkap HH.
Tak sampai di situ, mantan istri pertama UAS pun turut memberikan komentar dan membenarkan dirinya adalah mantan istri UAS.
“Maaf ya semuanya, itu semua emang benar pak UAS tu mantan saya dulu. Bukan gak mau ikut komen lagian tu kan udah bukan urusan saya lagi.”
“Jadi aku gak mau disangkut-sangkutin sama urusan mereka.”
“Terima kasih semuanya mau percaya atau tidak semua terserah kalian toh semua yang ngerasain dan alamin aku sendiri,” tulis TN.
Sayangnya hingga kini belum ada klarifikasi lebih lanjut mengenai kebenaran AS yang menjadi pelakor di pernikahan UAS dengan TN.
Namun, dari kisha tersebut banyak netizen berasumsi bahwa AS kini tengah terkena karma karena pernah merebut UAS dari istri pertamanya.
Bukti orang yang pernah selingkuh, akan kembali selingkuh di lain waktu
Menurut para pakar cinta di Kelas Cinta, orang yang sekali selingkuh akan selamanya tukang selingkuh.
Sebab, semua orang memiliki potensi untuk selingkuh walaupun tidak merasa demikian.
Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa si dia yang sudah berjanji tidak akan pernah selingkuh lagi tetap mengulang perbuatannya?
Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam Nature Neuroscience, hal ini ada hubungannya dengan bagaimana tanggapan otak dan perasaan manusia terhadap tindakan berbohong.
Untuk mendeteksi hal ini, para peneliti di University College meminta para partisipan untuk membantu pasangan mereka menebak isi koin dalam gambar sebuah kaleng yang diburamkan.
Akan tetapi, bila tebakan pasangan tersebut melebihi jumlah koin yang ada, partisipan akan mendapatkan hadiah uang.
Alhasil, para partisipan pun berbohong dan melebih-lebihkan isi kaleng tersebut.
Para peneliti kemudian mengamati amygdala, bagian dari otak yang mengatur emosi, selama partisipan berbohong.
Ternyata, semakin sering partisipan berbohong, reaksi amygdala semakin menurun yang berarti rasa penyesalan juga semakin berkurang.
Hal ini sama dengan ketika pasangan Anda berbohong mengenai ke mana dia pergi dan siapa yang dia temui.
Penulis studi tersebut dan peneliti dari Princeton Neuroscience Institute, Neil Garrett, mengatakan, mungkin pada saat pertama kali Anda selingkuh, Anda merasa tidak enak dan bersalah.
Namun, di kali berikutnya, rasa bersalah berkurang dan perselingkuhan menjadi lebih besar.

KEMBALI KE HALAMAN PERTAMA

Halaman
3 1
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
loading...
Loading...
loading...
<!-- Histats.com START (aync)--> <script type="text/javascript">var _Hasync= _Hasync|| []; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4384877,4,0,0,0,00010000']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })();</script> <noscript><a href="/" target="_blank"><img src="//sstatic1.histats.com/0.gif?4384877&amp;101" alt="" border="0" /></a></noscript> <!-- Histats.com END -->