Miris, Hanya Gara-Gara Beda Pilihan Pilkades, Hajatan Seorang Janda Diboikot Warga Sekampung

Miris, Hanya Gara-Gara Beda Pilihan Pilkades, Hajatan Seorang Janda Diboikot Warga Sekampung
Loading...


Lebih lanjut, Yan menuturkan akibat aksi boikot itu, sejak uleman hingga hari H hajatan tadi pagi sampai malam ini, lokasi hajatan rumah Bu Tini memang sepi.
Selain kerabatnya, hanya ada beberapa warga dekat dan yang merasa iba saja yang mau hadir ke hajatan.
Bahkan, banyak kursi masih terlihat kosong dari siang sejak malam ini. Hajatan digelar sehari semalam dengan hiburan karawitan atau klenengan.
“Malam midodareni kemarin yang ada hanya beberapa gelintir orang saja. Kalau nggak ada dari pengiring calon pengantin, mungkin nggak ada orang. Kasihan Mas melihatnya,” tutur Yan.
Aksi boikot itu kebanyakan dimotori oleh orang tua. Namun kemudian sebagian pemuda juga ikut-ikutan. Akibatnya panitia pun terpaksa harus berkeliling mencari bantuan door to door pemuda di dukuh tetangga untuk membantu di hajatan.
Ia mengaku terpaksa angkat bicara lantaran prihatin dengan sikap tokoh dan warga yang tega memboikot warganya hanya karena beda pilihan.
“Kami terus terang prihatin. Bukan kami ingin membela siapa-siapa, tapi ini contoh buruk demokrasi yang harusnya tak perlu terjadi. Harapan kami pihak pemerintah atau yang terkait segera turun tangan mengatasi persoalan ini. Jangan biarkan kerukunan terpecah hanya karena intervensi oknum yang terbutakan oleh kepentingan Pilkades. Bayangkan kalau itu menimpa keluarga mereka, apa mereka juga nggak susah,” tukasnya.
Akibat aksi boikot itu, Bu Tini dan keluarga juga terlihat bersedih. Terlebih, aksi boikot itu dilakukan terhadap seorang janda yang notabene hanya hidup dan memenuhi kebutuhan keluarganya sendirian.
Terpisah, Camat Sumberlawang Heru Susanto mengaku belum menerima laporan soal dugaan pemboikotan hajatan warga dampak Pilkades di Hadiluwih itu. Pihaknya akan segera menindaklanjuti dengan mengkroscek pihak desa dan melakukan pembinaan.
“Nanti segera kami tindaklanjuti. Kita akan cek ke lapangan. Kalau memang benar kami minta kesadaran warga untuk bisa kembali bersatu. Perbedaan dalam demokrasi adalah hal yang wajar tapi kerukunan harus tetap dijaga,” paparnya.

KEMBALI KE HALAMAN PERTAMA

Halaman
3 1
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
loading...
Loading...
loading...
<!-- Histats.com START (aync)--> <script type="text/javascript">var _Hasync= _Hasync|| []; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4384877,4,0,0,0,00010000']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })();</script> <noscript><a href="/" target="_blank"><img src="//sstatic1.histats.com/0.gif?4384877&amp;101" alt="" border="0" /></a></noscript> <!-- Histats.com END -->