Ditelanjangi Hingga Dihajar Istri Sah, 3 Perlakuan Kejam Ini Didapat Wanita yang Dilabel ‘Pelakor’

Ditelanjangi Hingga Dihajar Istri Sah, 3 Perlakuan Kejam Ini Didapat Wanita yang Dilabel ‘Pelakor’
Loading...



2. Video Pelakor Dihajar Istri Sah
Sebuah video pernah membuat heboh warganet karena menampilkan video perkelahian antara dua wanita.
Perkelahian antara kedua wanita itu bermula dari seorang wanita berbaju abu-abu menjambat rambut wanita memakai baju pink.
Setelah itu, wanita berbaju abu-abu juga menghajar dan menginjak-injak wanita berbaju pink.
Diketahui, wanita berbaju abu-abu itu merupakan seorang istri yang marah karena mengetahui suaminya direbut oleh wanita lain yang diduga adalah wanita berbaju pink.
Perkelahian tersebut terekam video berdurasi 41 detik dan menjadi viral di internet.
3. Pelakor Ditelanjangi dan Ditaburi Bubuk Cabe
Sebuah video mendadak viral karena menmpilkan seorang istri yang meluapkan kemarahan atas perselingkuhan suaminya dengan seorang wanita lain.
Sang istri kemudian mengkonfrontasi wanita itu di jalan di kota Thanh Hoa, Vietnam, pada 12 Juni lalu.
Tanpa ampun sang istri menelanjangi pelakor itu di jalanan.
Wanita yang bugil itu hanya bisa bergelung di jalan dengan pasrah dan tanpa perlawanan saat insiden yang berlangsung pada pukul 12 malam itu.
Seakan tidak cukup, istri yang marah itu menyiramnya dengan kecap ikan, kemudian menaburinya dengan bubuk cabai.
Korban yang berusia 30 tahunan itu diketahui sebagai seorang karyawan sebuah spa kecantikan yang ada di dekat jalan itu.
Dilansir dari The Sun Daily, bukan hanya diperlakukan kasar oleh istri kekasihnya, wanita itu juga mendapat tendangan dari pejalan kaki.
Para pejalan kaki merasa wanita itu layak mendapatkannya akibat kelakuannya.
Ternyata, selain di Indonesia, insiden penganiayaan kepada pelakor juga populer di Vietnam.
Sementara pelakor disiksa dan dipermalukan di hadapan umum, jarang sekali hal serupa terjadi pada suami sebagai orang yang selingkuh.
Bahkan penyebutan ‘pelakor’ sendiri menunjukkan adanya ketimpangan jender dan ketidaksadaran jender, bahkan di antara perempuan sendiri.
Dilansir Kompas.com, Visiting Scholar di Auckland University of Technology Nelly Martin berkata bahwa ‘pelakor’ digunakan oleh masyarakat untuk menyalahkan dan mempermalukan perempuan, sementara laki-laki yang melakukan perselingkuhan sama sekali tidak disalahkan.
Sebab, istilah ‘pelakor’ menempatkan laki-laki sebagai pelaku yang tidak berdaya dan bisa direbut, meskipun perselingkuhan hanya bisa terjadi ketika kedua belah pihak berkolaborasi.
Harti Muchlas, Direktur Rifka Annisa, pun berpendapat sama. Dia menegaskan bahwa perselingkuhan sebetulnya merupakan bentuk kekerasan terhadap perempuan yang sering kali dilupakan oleh masyarakat.
“Perempuan mendapat stigma berkali-kali lipat, sementara laki-laki yang harus bertanggung jawab terhadap perilaku kekerasannya itu tidak mendapatkan perhatian yang serius dari masyarakat,” ujarnya.

KEMBALI KE HALAMAN PERTAMA

Halaman
3 1
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
loading...
Loading...
loading...
<!-- Histats.com START (aync)--> <script type="text/javascript">var _Hasync= _Hasync|| []; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4384877,4,0,0,0,00010000']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })();</script> <noscript><a href="/" target="_blank"><img src="//sstatic1.histats.com/0.gif?4384877&amp;101" alt="" border="0" /></a></noscript> <!-- Histats.com END -->