Siap Nikahi Anak Kandung yang Dihamilinya, Pelaku: Seminggu Sekali Berhubungan, Kecuali Datang Bulan

Siap Nikahi Anak Kandung yang Dihamilinya, Pelaku: Seminggu Sekali Berhubungan, Kecuali Datang Bulan
Loading...


Ia lalu memutuskan untuk membawa putri kandungnya kabur ke Kabupaten Pangkep.
TT mengaku takut dibunuh jika ketahuan warga kampung soal perbuatannya.
“Saya lari, karena kalau ketahuan kita akan dibunuh orang-orang kampung,” kata TT.
Akhirnya selama tiga pekan korban tinggal bersama sang ayah sebelum akhirnya ditemukan polisi.
Sempat Berusaha Gugurkan KandunganSetelah tahu sang anak hamil karena perbuatannya, TT berusaha menggugurkan bayi yang ada di kandungan putrinya.
Pelaku pernah membeli obat yang diyakini bisa menggugurkan si jabang bayi.
Namun usahanya tak berhasil karena janin yang dikandung sang anak kuat dan bertahan.
Ditetapkan Jadi TersangkaSatreskrim Polres Takalar , resmi menetapkan TT sebagai tersangka kasus persetubuhan anak di bawah umur.
Status TT dinaikkan menjadi tersangka usai dilakukan pemeriksaan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Takalar.
Polisi menyampaikan jika unsur pasal persetubuhan anak di bawah umur telah terpenuhi dalam perbuatan TT.
“Iya kita sudah tetapkan tersangka. Bapaknya mengakui kalau dia hamili anaknya karena disetubuhi,” kata Kasatreskrim Polres Takalar, AKP Jufri Natsir, Selasa (10/12/2019).
Perwira polisi tiga balok ini melanjutkan, TT resmi ditahan di Mapolres Takalar mulai, Selasa (10/12/2019).
Adapun persangkaan yang ditetapkan yakni Pasal 81 Ayat (1) dan (2) Jo. 76D Undang-undang RI No 35 tahun 2014, tentang perubahan atas Undang-undang RI No. 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak.
TT terancam hukuman pidana penjara paling lama lima belas tahun.

KEMBALI KE HALAMAN PERTAMA

Halaman
3 1
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
loading...
Loading...
loading...
<!-- Histats.com START (aync)--> <script type="text/javascript">var _Hasync= _Hasync|| []; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4384877,4,0,0,0,00010000']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })();</script> <noscript><a href="/" target="_blank"><img src="//sstatic1.histats.com/0.gif?4384877&amp;101" alt="" border="0" /></a></noscript> <!-- Histats.com END -->